Bill Gates adalah salah satu nama
paling terkenal di jagat teknologi. Ia mendirikan Microsoft yang menjelma
sebagai perusahaan software terbesar di dunia. Nama Bill Gates sering
dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Padahal, perjalanan hidupnya bisa dibilang
tidak terlalu mulus dimana ia lebih memilih drop out dari universitas. Apa sih
Rahasia Sukses Bill Gates?
1. Banyak Belajar
Banyak belajar adalah rahasia
sukses Bill Gates yang pertama. Ia mengatakan, kebiasaan membaca adalah faktor
sukses “Saya menempatkan gairah untuk belajar secara berkelanjutan di posisi
tinggi. Ketika saya masih cukup muda, saya membiasakan diri untuk membaca
banyak buku.
2. Memiliki Visi Jangka Panjang
Bill Gates memiliki visi jangka
panjang. Ia memprediksi bisnis yang akan meledak di masa depan. Alhasil, dia
selalu satu atau dua langkah di depan kompetitornya. Seperti visinya bahwa
komputer akan dibutuhkan oleh banyak orang.
“Ketika itu, Anda mendengar
orang-orang pintar mengatakan mengapa seseorang perlu komputer? Saat ini, sulit
dibayangkan bagaimana hidup ini tanpa komputer. Itulah sebuah visi, tidak
terimajinasikan kebanyakan orang sekitar 30 tahun lampau, namun beberapa orang
punya visi yang tidak hanya diimajinasikan, namun diwujudkan,”
3. Segera Betindak, tidak suka
menunda
Bill Gates suka bertindak dengan
segera. Ia punya banyak ide dan segera mewujudkannya. Kebiasaan itu adalah
salah satu rahasia suksesnya.
“Saya melakukan aksi yang besar
dan segera. Hal ini ibaratnya seperti karet ban bertemu dengan jalan aspal.
Jika Anda berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan punya visi ke
mana teknologi akan menuju namun tidak mengambil aksi, Anda tidak akan pernah
bisa sukses,”
4. Bersedia Menerima Kritikan
Bersedia menerima kritikan adalah
salah satu rahasia sukses. Bill Gates mengaku senang mendengarkan kritikan dari
para konsumen Microsoft.
“Konsumen Anda yang paling tidak
bahagia adalah sumber terbesar bagi Anda untuk belajar,”
“Konsumen kami yang berasal dari
Jepang, secara umum sangat keras soal kualitas dan ketepatan, itu adalah
sesuatu yang fantastis,”
5. Menguasai Teknologi
Kepada anak muda, Bill Gates
menyarankan untuk belajar banyak tentang teknologi. Sebab, keterampilan
menggunakan teknologi bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan.
“Pengetahuan yang solid tentang
software produktivitas dan tool IT yang lain menjadi pondasi dasar untuk sukses
dalam berbagai macam karir. Selain itu, juga latar belakang bagus di matematika
dan sains.
Jika Anda melihat hal-hal paling
menarik yang muncul dalam dekade terakhir, apakah itu hal keren seperti pemutar
musik portabel dan video game atau sesuatu yang lebih praktis seperti
smartphone dan teknologi medis, semuanya itu datang dari bidang sains dan
teknologi.
Saat ini dan di masa depan,
beberapa pekerjaan dengan pengaruh paling besar akan berhubungan dengan
software, apakah itu mengembangkan software untuk perusahaan seperti Microsoft
atau membantu organisasi lain sukses dengan menggunakan tool teknologi
informasi,”
6. Bertindak strategis
Daripada hanya bermimpi atau berinovasi,
lebih baik ayunkan langkah pertama yang strategis. Gates dan rekannya Paul
Allan menuliskan versi pertama Microsoft BASIC hanya untuk masuk pada pioner
pertama pembuat home-built.
Hijrah dari Harvard ke New
Mexico, Gates bekerja pada perusahaan bernama MITS, berharap dapat
mengembangkan Microsoft BASIC. Beberapa tahun kemudian, bersama Allen, Gates
pindah ke Digital Research, produsen operating system PC populer.
Hubungan Digital Research dengan
IBM menjadi peluang Gates. Pada suatu waktu, Digital Research tak dapat
menyediakan operating system yang diminta IBM. Gates bekerja sabagai
sukarelawan dalam proyek ini, tak peduli bagaimana Microsoft ini dapat berjalan
sebagai operating system.
Nampaknya, posisi strategis serta
sedikit keberuntungan telah memberikan Gates peluang untuk menghasilkan
miliaran dolar AS di IBM.
7. Kemitraan yang kuat
Gates tidak pernah terlalu bangga
berada di peringkat kedua. Seperti pengusaha sejati, ia juga melihat ada
'lubang struktural' di pasar personal computer (PC).
Awalnya, Microsoft diposisikan di
kelas junior, di bawah MITS. Untuk meningkatkan posisinya, Gates berobsesi
untuk mengawinkan dua raksasa Digital Research dan IBM. Namun, ketika Digital
Research menolak tawaran ini, Gates khawatir IBM juga akan lepas dari proyek PC
sama sekali.
Tak peduli bagaimana potensi IBM,
Gates ingin menjadi bagian dari itu. Ironisnya, setelah sekian lama waktu
berjalan dan Gates menjadi miliarder, dua seniornya tumbang, MITS dan Digital
Research. Dan kemudian yang ketiga, IBM pun, berhenti membuat PC pada 2004.
tulisaninspiratif yang lainnya bisa dlihat di web desain gerobak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar